“Aku mencari kebahagiaan di luar Allah,
dan setelah sekian lama
yang kudapatkan hanyalah penderitaan.”
(St.
Eugenius de Mazenod)
Hari ini aku benar-benar mengalami
sebuah sentuhan dari Allah. Aku merasa seakan-akan mengalami apa yang dialami
oleh St.Eugenius de Mazenod.
Sudah satu bulan lebih aku tinggal di Novisiat
OMI, tapi tidak seluruh jiwaku hadir di tempat ini. segala emosi dan ekspresi
memang terlihat meyakinkan, tetapi ternyata tetap saja jiwaku ini tidak utuh.
Selalu ada bagian yang kosong. Selama satu bulan ini masih saja aku mencari
kesenangan, dan yang kudapat hanyalah kesia-siaan.
Berkali-kali jiwaku ini melayang ke luar Novisiat, dan yang kudapat hanyalah kesia-siaan yang berbuah galau.
Berawal dari kebodohanku dan teman
seangkatanku di Seminari Wacana Bhakti Carol si gendut dan sulit untuk jadi
kurus (sekarang Frater di KAJ). Dia meledekku
dan bodohnya aku terpancing ledekan itu. Ledekannya memang tidak terlalu
frontal. Yah, ledek-ledekan tentang
topik klasik khas remaja. Bodohnya ini kami lakukan di sebuah situs Media
Social yaitu Twitter.
Alhasil, yang bersangkutan pun melihat
juga yang kami perdebatkan, dan tentu ia memberi respon, bahkan sebuah respon
yang sangat jauh di luar perkiraanku. Gila, aku sendiri baru ingat bahwa ini
adalah sebuah lapak umum. Kok bisa-bisanya
aku terpancing temanku si gendut ini.
Seketika muncul perasaan tidak enak
dengan yang bersangkutan. Aku jadi berpikir bahwa mungkin aku adalah orang
jahat karena bersikap terlalu baik. Yah, memang aneh, tetapi memang terkadang
perbuatan baik pun bisa berakibat buruk.
Perasaan tidak enak ini terbawa terus selama perjalanan menuju Novisiat
OMI di Jogja, bahkan sampai di Novisiat pun aku masih terganggu dengan perasaan
ini.
Seperti biasa, semua kegundahan pasti
akan kubawa dalam doa. Tapi situasi yang ekstrim ini membuatku tidak bisa
berpikir jernih dalam doa. Dalam doa pribadi dan setiap kesempatan merenung aku
selalu mengeluh kepada Tuhan, “Mengapa Kau biarkan aku jatuh cinta?”
Keluhan itu selalu keluar baik dalam doa
pribadi, meditasi ataupun renungan malam, baik pagi-siang-malam. Yah memang
suasana hatiku sangat amburadul.
Namun, hari ini Tuhan memberikan
penerangan kepadaku. Mungkin Ia sudah tidak tega melihatku menderita akibat
perbuatanku sendiri. apa yang Ia katakan? Sungguh jawaban yang sangat di luar
perkiraanku dan sungguh bukan jawaban yang bisa kuduga-duga, “Bukan orangnya
yang harus kau cintai. Tetapi Aku menghendaki supaya kamu mencintai Santo
yang menjadi pelindungnya, nama baptisnya ! lewat dia lah Kutunjukan kepadamu hambaKu yang kiranya kau teladani.
Sesungguhnya Aku telah menunjukan jalanKu kepadamu lewat pengalaman jatuh cinta
itu !”
Gila, lagi-lagi gila ! keras sekali
jawaban Tuhan. Tetapi memang sangat tidak kuduga-duga akan seperti ini Ia
menjawab aku. Ini menjadi sebuah pengalaman rohani paling istimewa seuumur
hidupku. Sebuah pengalaman rohani yang tidak akan terlupa.
Pengalaman rohani ini kudapatkan siang hari
saat berjalan-jalan di kebun Novisiat OMI seusai makan siang. Dan saat itu
jugalah aku tersadar bahwa sekali Tuhan memanggil, Tuhan tak akan berpaling. Sungguh
kurasakan, belas kasih Tuhan tidak terkira sepanjang hidupku. Aku tidak lagi
merasa seperti seonggok daging yang
bergerak tanpa kesadaran, tetapi menjadi hidup kembali karena Roh-Nya. Aku
bersyukur kepadaMu ya Tuhan dan amat berterima kasih atas pengalaman rohani
yang boleh kudapatkan ini. Kau begitu pengasih walau sering aku tidak peka
dengan kasihMu itu. Ini aku Tuhan, bentuklah aku menjadi bejana seperti yang
Kau inginkan.
“1000 kali lebih
senangnya, bahwa Bapa yang baik,
meskipun
aku penuh dengan ketidaklayakan,
Ia menghujani aku dengan kekayaan belas kasihNya.”
(St.Eugenius
de Mazenod)
Pengalaman rohani ini
langsung kucatat dalam secarik kertas yang ada di kantongku, dan pengolahannya
yang lebih mendalam kutulis pada malam hari sebelum istirahat malam. Sesudah
hari ini, aku mencoba mengekspresikan pengalaman rohaniku dengan membuat sebuah
poster promosi, walau aku tidak ahli dalam hal ini, tapi aku mencoba membuat
dengan baik menggunakan program Corel draw (materi kelas XII IPS 2013). Ada
rekomendasi, bahwa lebih baik menggunakan photoshop, tapi sayang saya belum
pernah belajar menggunakan Photoshop.
Yogyakarta, 13 Agustus 2014
The Pilgrim
Henrikus Prasojo
“Why you choose to love someone, if you can love
everyone?
Why you choose to love someone, but not consider
that God Have Loved you first?
I can’t marry, but my life is filled with countless
love.”
(Henrikus Prasojo)
From them I’ve found God’s Love. They
countless love are presenting God’s love and give many colour in my life…… xo
1.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar