Selasa, 16 September 2014

That's Day.....


“Aku mencari kebahagiaan di luar Allah,
dan setelah sekian lama yang kudapatkan hanyalah penderitaan.”
(St. Eugenius de Mazenod)

Hari ini aku benar-benar mengalami sebuah sentuhan dari Allah. Aku merasa seakan-akan mengalami apa yang dialami oleh St.Eugenius de Mazenod.
Sudah satu bulan lebih aku tinggal di Novisiat OMI, tapi tidak seluruh jiwaku hadir di tempat ini. segala emosi dan ekspresi memang terlihat meyakinkan, tetapi ternyata tetap saja jiwaku ini tidak utuh. Selalu ada bagian yang kosong. Selama satu bulan ini masih saja aku mencari kesenangan, dan yang kudapat hanyalah kesia-siaan. Berkali-kali jiwaku ini melayang ke luar Novisiat, dan yang kudapat hanyalah kesia-siaan yang berbuah galau.
Berawal dari kebodohanku dan teman seangkatanku di Seminari Wacana Bhakti Carol si gendut dan sulit untuk jadi kurus (sekarang Frater di KAJ). Dia meledekku dan bodohnya aku terpancing ledekan itu. Ledekannya memang tidak terlalu frontal. Yah, ledek-ledekan tentang topik klasik khas remaja. Bodohnya ini kami lakukan di sebuah situs Media Social yaitu Twitter.
Alhasil, yang bersangkutan pun melihat juga yang kami perdebatkan, dan tentu ia memberi respon, bahkan sebuah respon yang sangat jauh di luar perkiraanku. Gila, aku sendiri baru ingat bahwa ini adalah sebuah lapak umum. Kok bisa-bisanya aku terpancing temanku si gendut ini.
Seketika muncul perasaan tidak enak dengan yang bersangkutan. Aku jadi berpikir bahwa mungkin aku adalah orang jahat karena bersikap terlalu baik. Yah, memang aneh, tetapi memang terkadang perbuatan baik pun bisa berakibat buruk.
Perasaan tidak enak ini  terbawa terus selama perjalanan menuju Novisiat OMI di Jogja, bahkan sampai di Novisiat pun aku masih terganggu dengan perasaan ini.
Seperti biasa, semua kegundahan pasti akan kubawa dalam doa. Tapi situasi yang ekstrim ini membuatku tidak bisa berpikir jernih dalam doa. Dalam doa pribadi dan setiap kesempatan merenung aku selalu mengeluh kepada Tuhan, “Mengapa Kau biarkan aku jatuh cinta?”
Keluhan itu selalu keluar baik dalam doa pribadi, meditasi ataupun renungan malam, baik pagi-siang-malam. Yah memang suasana hatiku sangat amburadul.
Namun, hari ini Tuhan memberikan penerangan kepadaku. Mungkin Ia sudah tidak tega melihatku menderita akibat perbuatanku sendiri. apa yang Ia katakan? Sungguh jawaban yang sangat di luar perkiraanku dan sungguh bukan jawaban yang bisa kuduga-duga, “Bukan orangnya yang harus kau cintai. Tetapi Aku menghendaki supaya kamu mencintai Santo yang menjadi pelindungnya, nama baptisnya ! lewat dia lah Kutunjukan kepadamu hambaKu yang kiranya kau teladani. Sesungguhnya Aku telah menunjukan jalanKu kepadamu lewat pengalaman jatuh cinta itu !
Gila, lagi-lagi gila ! keras sekali jawaban Tuhan. Tetapi memang sangat tidak kuduga-duga akan seperti ini Ia menjawab aku. Ini menjadi sebuah pengalaman rohani paling istimewa seuumur hidupku. Sebuah pengalaman rohani yang tidak akan terlupa.
 Pengalaman rohani ini kudapatkan siang hari saat berjalan-jalan di kebun Novisiat OMI seusai makan siang. Dan saat itu jugalah aku tersadar bahwa sekali Tuhan memanggil, Tuhan tak akan berpaling. Sungguh kurasakan, belas kasih Tuhan tidak terkira sepanjang hidupku. Aku tidak lagi merasa seperti seonggok daging yang bergerak tanpa kesadaran, tetapi menjadi hidup kembali karena Roh-Nya. Aku bersyukur kepadaMu ya Tuhan dan amat berterima kasih atas pengalaman rohani yang boleh kudapatkan ini. Kau begitu pengasih walau sering aku tidak peka dengan kasihMu itu. Ini aku Tuhan, bentuklah aku menjadi bejana seperti yang Kau inginkan.

“1000 kali lebih senangnya, bahwa Bapa yang baik,
meskipun aku penuh dengan ketidaklayakan,
Ia menghujani aku dengan kekayaan belas kasihNya.”
(St.Eugenius de Mazenod)

Pengalaman rohani ini langsung kucatat dalam secarik kertas yang ada di kantongku, dan pengolahannya yang lebih mendalam kutulis pada malam hari sebelum istirahat malam. Sesudah hari ini, aku mencoba mengekspresikan pengalaman rohaniku dengan membuat sebuah poster promosi, walau aku tidak ahli dalam hal ini, tapi aku mencoba membuat dengan baik menggunakan program Corel draw (materi kelas XII IPS 2013). Ada rekomendasi, bahwa lebih baik menggunakan photoshop, tapi sayang saya belum pernah belajar menggunakan Photoshop.
Yogyakarta, 13 Agustus 2014
The Pilgrim
Henrikus Prasojo



“Why you choose to love someone, if you can love everyone?
Why you choose to love someone, but not consider that God Have Loved you first?
I can’t marry, but my life is filled with countless love.”
(Henrikus Prasojo)

From them I’ve found God’s Love. They countless love are presenting God’s love and give many colour in my life…… xo
1.     








Tidak ada komentar:

Posting Komentar