Hidup Adalah sebuah Peziarahan, dan kita para peziarah selalu mencari keutamaan sejati dalam menjalani hidup yang hanya sekali ini. I'm someone who try to follow God and never stop before He says "enough" . Ecce Ancilla Domini Fiat Mihi Secundum Verbum Tuum (Lucas 1:38)
Senin, 25 Juni 2012
Call Someone,Include Your (Our) God
You had a headache.? call a doctor
You crush your car? call a mechanic
You got trouble with your internet? call IT master
Your house was being burned ? hurry, call the fireman
Your TV was stolen? call a police
Your pet got sick? call a veterinarian
Need repair your roof? call a tile expert
Need fastfood ? call 14045, 14022, 500505
Need umbrella ? ask your mother
Need a kiss or hug? ask your boy/girlfriend...haha
Check this trouble, you can't call all man above to this trouble :
You don't have a job ?
You have many tears everydays ?
You don't have money to bought a food ?
You lost your family because affected by natural disasters ?
You need someone to live together with you?
Need husband/wife?
Need a miracle to solve many kind of problem?
You may not call your mother or your boyfriend or your girlfriend
Just go to your room.
Take a breath slowly and deeply
Fold your fingers,
Now you need to call my best friend, God.
He(Your Creator) come to your room like a sunshine eventhought your room very very dark
And when you can speak with "Him" all your trouble will be solve soon.
Believe it on your faith.... ^_^
-HP-
foto from:
angghearachmiawaty.wordpress.com
Kamis, 14 Juni 2012
Pertarungan Teknologi wak-wak-wak
FACEBOOK : Aku kenal dengan semua orang..HAHAHAHAHA ..
GOOGLE : Aku punya semuanya..HAHAHAHAHA ..
MOZILA : Tanpa aku kalian tidak bisa di akses ..
EXPLORER : heeeiiiiii.. masih ada GW ..
MOZILA : Apaan sih lo, ganggu acara orang aja !!
EXPLORER : lo lg ngaku-ngaku cuma ada lo sendiri,hati-hati lo klo ngomong !!
INTERNET : Udah-udah,jangan banyak bacot lo semua, kalo gak ada gw lo semua gak bakalan ada !! NGERTI LO SEMUA ..
FACEBOOK : Huuu,yg paling sering dikunjungi kan gw,jadi gw yg terbaik..HAHAHAHA ..
YAHOO : Facebook: heiii..inget, tanpa gw lo gak bisa buat Email ..
GOOGLE : Yahoo: eehh bego,gw juga bisa bwt email ..
INTERNET : ssstttt.. ud tw gw yg paling hebat ..
KOMPUTER : gw paling dewa di sini ..HAHAHAHAHAHA ..
PLN : bacot lo semua !!gw matiin nih listrikna !!
GENSET : tenang aja,kan masih ada gw ..
PLN : diem lo ..
PERTAMINA : awas kalian semua, saya stop pasokan BBM baru tau rasa kalian ..
SOLAR CELL : tenang..selama masih ada gw,semuanya aman ..
Matahari : Ettt Gk gw sinarin ..
AIR,BATUBARA,PETIR dll : MASIH ADA GW !!!
BUMI : DIEM LO SEMUA..lo klo gk ada gw pasti gk bakal ada ..
TUHAN : eheemm..Tanpa saya kalian semua tidak pernah ada .
Disadur dari teman saya Paskalis enjang.....Enjang juga dapat dari temannya....thx
Rabu, 13 Juni 2012
Soegija, Memanusiakan Manusia ketika Kolonialisme Terus Berganti
1. Masyarakat menjadi korban langsung peperangan dibalik dentuman peluru.
2. Masyarakat menjadi korban perbudakan dan pembenaran dari Teori Evolusi Darwin 2(ttg sleksi alam).
3. Masyarakat bingung dan pasrah tentang apa yang harus diperbuat.
Maka, otomatis dari kehadiran 3 efek negatif ini memaksa Soegija yang diangkat menjadi tokoh pemimpin hadir sebagai berkat. Soegija pun tidak menganggap pentahbisannya sebagai uskup sebagai ajang eksistensi dirinya, melainkan "Diutus menjadi berkat bagi sesama." Berkat suci pentahbisan yang ia terima adalah bentuk dari perpanjangan dari Tangan Sang Pencipta untuk menolong sesama, siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Dalam film diperlihatkan ketika orang-orang bingung mencari perlindungan, Soegija membuka pintu gerejanya selebar-lebarnya dan membiarkan para pengungsi masuk. Di dalam gereja Soegija tidak menggolongkan para pengungsi menurut agama masing-masing, tetapi mereka adalah kesatuan dari "orang yang membutuhkan pertolongan." Soegija mengerahkan para imam-imamnya dan juga suster-suster untuk menolong dan melayani para pengungsi."Cepat layani mereka, jangan layani saya !!!" Soegija mempertegas amanatnya bagi para imam dan suster untuk membantu para pengungsi.(dikutip dari film).
Sosok Soegija sebagai pemimpin bukan terlihat saat ia berjalan dengan jubah kegagagahnnya seperti sosok-sosok pemimpin jaman sekarang yang menunjukan kepemimpinannya dari cara berjalan atau pidatonya yang menggelora dan bersemangat namun melempem ketika pelaksanaan. Ibarat sedang makan cabai, Panas dan pedas di lidah namun tidak mengenyangkan perut, tetapi sosok Soegija sebagai pemimpin terlihat dari keputusan-keputusannya. Setiap keputusan yang ia ambil mengutamakan para pengungsi yang sedang mengalami penderitaan dan dengan kerendahan hatinya Soegija ikut merasakan penderitaan tersebut. "Jika hal lapar,biarkan para Imam merasakan lapar duluan. Jika kenyang, biarkan para Imam merasakan kenyang belakangan." (dikutip dari film). Bukankah sebuah teladan dan ajakan yang menarik. Sosok imam adalah sosok pemimpin, maka pesan yang ingin disampaikan adalah sudah seharusnya para pemimpin mengutamakan apa yang mereka pimpin bukannya mengutamakan diri mereka sebagai pemimpin ! lagi dan lagi seperti cabai tadi pedas di lidah tapi tidak mengenyangkan. Hanya jago orasi, hanya jago kampanye, hanya jago sosialisasi, lain istilah Besar Janji Minim Aksi. Dunia terus berputar, kita harus terus bergerak. Dunia butuh aksi, masyarakat butuh aksi dari para pemimpin, jangan mau jadi pemimpin kalau tidak punya visi untuk aksi . Contemplatio in actione , Berkontemplasi didalam aksi.
Kita para jiwa muda sudah seharusnya membenahi diri kita. Kita terapkan dengan tak henti-hentinya mengumpulkan ilmu, mengimbangaknya dengan iman, dan menerapkan dalam kehidupan sosial. Jadi bukan sekedar mendapat ijazah, ilmu adalah kejujuran. Mendapatkan ilmu dengan kejujuran akan memperkaya iman, sehingga kita tumbuh menjadi pemimpin-pemimpin unggul, bukan pemimpin-pemimpin yang korup.
Tauran, ikut berdemo, dan lainnya bukanlah tugas utama kita. Tugas utama kita adalah belajar, belajar untuk hidup, belajar untuk sesama.
"Karena film ini bukan fokus di agama. Tapi fokus bagaimana seorang pemimpin menggunakan kekuasaannya untuk menghidupkan kemanusiaan, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi toleransi. Ini adalah perayaan keberagaman yang memang ada di negara kita. Ada banyak suara mendukung dan mengkritik film ini, termasuk dengan cara ekstrim seperti itu. Saya tetap berterima kasih," jelasnya. (Garin Nugroho, sutradara film Soegija)inspirated from : Film "Soegija"
Sabtu, 26 Mei 2012
ANALISA KERUSAKAN LINGKUNGAN
Sabtu, 31 Maret 2012
Berjalan kembali

I'm standin' here outside your door
I hate to wake you up to say goodbye
But the dawn is breakin' it's early morn'
The taxi's waitin' he's blown his horn
Already I'm so lonesome I could die
So kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you'll never let me go
Cause I'm leavin' on a jet plane
Don't know when I'll be back again
Oh babe I hate to go
There's so many times I let you down
So many times I've played around
I tell you now they don't mean a thing
Every place I go I'll think of you
Every song I sing I'll sing for you
When I come back I'll bring your wedding ring
Now the time has come to leave you
One more time let me kiss you
Close your eyes I'll be on my way
Dream about the days to come
When I won't have to leave alone
About the times I won't have to say
Pilar Kehidupan
8 bulan kira-kira telah kujalani tempat hidupku yang baru. Pada awal masaku di seminari. Mereka memberikan empat buah pilar yang menjadi dasar hidup seorang seminaris. Sanctitas,Scientia,Sanitas,Societas. dengan bingung dan linglung aku mencoba mulai menjalani keempat buah pilar kehidupan itu secara perlahan. Setiap waktu kulewati, ada suka, ada duka terkadang duka yang menjadi suka atau suka yang menjadi semakin suka. Namun pembelajaran dari nilai sesungguhanya keempat pilar itu barulah kusadari. Keempat pilar ini adalah sebuah dasar hidup yang saling keterkaitan.
- Sanctitas->hidup rohani, sebuah relasi antara kita dengan Sang Pencipta
- Scientia-> hidup studi, sebuah rasa ingin tahu akan segala macam aspek kehidupan
- sanitas->hidup sehat, sebuah apresiasi terhadap hidup yang telah diberikan
- societas->hidup berkomunitas/sosial->sebuah relasi antara kita dan sesama baik keluarga atau orang sekitar kita.
Sanctitas, sebagai seorang manusia, kita tidak bisa dalam hidup kita sehari-hari dalam setiap detik berdoa dan berdoa, Tuhan tidak berkenan pada kita yang rajin berdoa namun tidak peduli terhadap sesama kita dan diri kita sendiri(unsur Sanitas dan Societas)
Scientia, dalam bahasa latin berarti ilmu pengetahuan, sebagai seorang manusia kita tidak bisa dalam hidup kita sehari-hari dalam hidup kita hanya belajar,belajar,belajar dan belajar. Maka rahmat Tuhan tak akan sampai pada diri kita. Unsur Sanctitas membantu kita mendekatkan diri dengan-Nya, sehingga dia memberikan rahmatnya kepada diri kita yang membutuhkan pertolongannya,namun sekali lagi rahmat itu tak akan datang tanpa unsur,(kebawah)
Sanitas,dengan hidup sehat menandakan kita mensyukuri segala nafas kehidupan yang telah diberikan Tuhan, dan dengan kondisi yang fit pula kita dapat belajar dan berdoa dengan baik, dan setiap waktu kita dapat menjalin hubungan dengan sesama kita(pada pilar Societas).
Societas sebagai wujud kepedulian kita terhadap sesama dan secara tak langsung kepedulian kita terhadap sesama ciptaan-Nya.Kita bersosial dengan sesama manusia dan bersama-sama memelihara hidup yang diberikan Tuhan dan juga memelihara kehidupan lain(alam) yang telah diciptakan-Nya pula. Allah senang jika kita hidup rukun maka setiap kasih yang kita berikan kepada sesama kita, maka Allah memberikan kasih-Nya kepada kita berlimpah-limpah sehingga dapat menunjang kehidupan kita dalam hidup sehat,dalam belajar dan dalam berdoa.
pilar ini hanyalah sebuah contoh.Keempat pilar ini harus dibawa dan dimiliki oleh setiap seminaris hingga akhir hidupnya sebagai imam. Namun saya juga tidak membagikan tulisan ini untuk orang-orang yang ingin hidup membiara. orang awam yang hidupnya diluar asrama atau biara dapat setiap hari menerapkan keempat pilar kehidupan ini. Sebagai contoh yang paling mudah, untuk kelas 6 atau kelas 9atau kelas 12 yang akan mengahadapi ujian akhir mereka demi masa depannya.keempat pilar ini adalah sebuah keseimbangan dan hampir 100 % hidup anda sekalian akan bahagia karena berlimpah rahmat dari Tuhan dalam studi maupun setiap pekerjaan dan aktivitas kalian masing-masing.
*SILAHKAN MENCOBA*
NB:tulisan ini hanya sebuah share sederhana dari pandangan yang sederhana pula. jika ingin mengetahui lebih dalam,BERGABUNGLAH...hehehehe(yang cowok aja loh,yg cewek ke susteran sono....mirip2 kog)hehehehe.
Sumber
-Pemikiran
-Pedoman Hidup Seminaris
-4 S Seminari Wacana Bhakti
nb:entry sama persis dgn yang ada catatan facebook yang telah dipostkan duluan
Panggilan Hidup
well, ada beberapa jenis Panggilan hidup...
tetapi yang ingin saya soroti adalah 2 hal berikut->Panggilan Membiara dan Panggilan Berkeluarga
Untuk mengetahui jalan panggilan hidup kita yang sebenarnya sungguh-sungguh tidak mudah.....Akan ada banyak pergejolakan hati antara iya dan bukan...Mungkin harus diperjelas kedua jenis yang sudah umum ini.
1. Panggilan Membiara
Panggilan membiara adalah mereka-mereka yang dipanggil secara khusus untuk hidup membiara. Sebagai contoh yang paling mudah adalah Imam(Pastor geg, Romo geg, Pater geg..haha). Ada juga Suster(bukan suster keramas ato suster ngesot atau suster rumah sakit yee), bruder. mereka dipanggil secara khusus untuk sungguh2 hanya berbakti kepada Tuhan dan membagikan kasihNya kepada sesama ciptaanNya. Panggilan jenis ini jarang peminatnya. karena jika menjalani panggilan macam ini, mereka harus melawan nafsu daging mereka yang padahal sudah ada sejak masa pubertas. Awal dari bibit yang sangat langka ini aneh-aneh. Peminat dari panggilan macam ini biasanya dari Putra-Putri Altar. banyak sekali alasan-alasan aneh begitu mereka semua ditanya "kenapa mau jadi pastur?" mereka dengan polosnya menjawab,"saya pingin minum anggurnya, Jubahnya keren, romo tuh ganteng2 siapa tau bisa ikutan ganteng." kedengarannya seperti sebuah alasan tidak bermotivasi kuat yang kita kira bukan bibit seorang calon "Romo." Disinilah peranan dari seminari menengah terlihat betul...kemauan-kemauan dari alasan-alasan yang 'konyol' itu diberi pupuk dan dipelihara, sehingga bibit panggilan yang ia rasakan tidak terbatas hanya pada alasan-alasan bodoh itu. Namun peranan seminari ini tidak lepas dari keterbukaan hati dari 'sang calon Romo' ini. jika ia mau dibina, maka alasan konyolnya pun berubah menjadi bibit panggilan yang subur, tetapi jika alasan konyol itu tetap dipertahankan, lalu masuk seminari ya sudah habis sudah panggilannya ketika melihat "7 bidadari cantik" wkwkwk.
sudah mengertikah? nah saya akan teruskan ke jalan panggilan yang kedua... ternyata begitu saya amati tidak memiliki perbedaan yang jauh....beberapa darinya memiliki kesamaan.
2. Panggilan Hidup Berkeluarga
Panggilan keluarga yaaaa, seperti sekolah, kuliah, bekerja, pacaran , menikah,berkeluarga dan beranak cucu.
saya akan langsung ke tahap 'pacaran.' sebenarnya awal dari bibit panggilan ini ada di tahap pacaran atau langsung menikah...kebanyakan sih dari pacaran kalaupun ada yang bilang g pacaran, sebenarnya pasti mereka pacaran walaupun sehari dua hari..haha. Awal yang aneh ketika ditanya,"kog mau sama dia?" Dia tu luthu(katanya sih bahasa gaul), dia tu baik, dia tu penyayang trus perhatian(kadang gombal sih) adalah bukan alasan-alasan yang bisa dijadikan fondasi kuat dalam hidup berkeluarga. Tapi begitu dijalani dan kedua pasangan saling membuka hatinya, mereka menjadi sehati sejalan dan sepikiran walaupun sang pasangan itu mukanya g cakep2 banget, akhirnya mereka menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Yang mereka butuhkan adalah yang bisa melengkapi kekurangan mereka, yang bisa saling melindungi dan terciptalah Bahtera Keluarga yang kuat dan tak tergoyahkan sebesar apapun badai yang menghadang mereka. tetapi jika alasan-alasan konyol(gombal) itu yang dipertahankan maka yang terjadi hanyalah pernikahan pisah rumah, tidak menikmati hidup, kekerasan dalam rumah tangga dsb....
Amatilah baik-baik......ada beberapa kesamaan dalam kedua jenis panggilan hidup yang sudah cukup umum di masyarakat ini....Panggilan hidup kita yang sesungguhnya kita ketahui di tahap kedewasaan kita muncul.......
selamat menikmati hidup all... hidup hanya 1x, pilihlah jalan panggilan yang benar dan jangan disia-siakan ^_^


