Sekapur Sirih
Henrikus
Prasojo adalah anak saya yang keempat juga biasa disebut si bungsu.
Tanggal
kelahirannya 1 Juli 1995 banyak hal yang mudah saya ingat.
Tanggal
tersebut pertama kali diresmikannya Paroki kami Maria di Kalvari Lubang buaya
ditetapkan sebagai Paroki oleh Mgr.Leo Soekoto SJ (alm) dan juga Hari
Bhayangkara dimana semua anggota Polri memperingati.
Prasojo
panggilan dia sehari-hari anak yang biasa-2 saja seperti anak yang lain pada umumnya.Dia
sangat dekat dengan ibunya serta kakak-2 nya , maklum anak yang terkecil
dikeluarga kami..
Pada tanggal
10 Desember 1995 Henrikus Prasojo
dipermandikan di Gereja Kalvari
yang dilakukan oleh Pastor Petrus J .Mc.Laughlin OMI.
Menginjak usia
4 tahun kami memasukan dia ke Taman kanak-2 Imanuel didekat rumah kami Pondok
Gede dan dia sangat menikmati suasana
pendidikan disitu.
Usia 6 tahun
kami masukkan dia kesekolah S.D Santo Markus II agar pendidikan agamanya lebih
baik , karena kesibukan kami sekeluarga yang pasti kurang mendukung...
Setiap liburan
sekolah Prasojo sering kami ajak kekampung halaman naik kereta api.Sebelum
berangkat dia selalu minta buku gambar , dan dia selalu menggambar apa yang dia
lihat didalam perjalanan. Dan saya sangat mengagumi kemampuan dia didalam
menuangkan ingatannya kedalam buku gambarnya. Apabila bosan denggn melukis dia
akan minta berdiri dibelakang lok kereta untuk menikmati suara gemuruh mesin
kerata api. Bahkan pernah seorang masinis mengajak dia naik keatas lokomotif mulai dari daerah Cikampek sampai
stasiun Cirebon.
Tanggal 6
Februari 2005 anak kami mempersiapkan
diri untuk penerimaan komuni pertama dimana sekolah SD Santo Markus II telah
mempersiapkan mereka juga. Setelah penerimaan komuni pertama kami memperhatikan
bahwa dia benar-benar senang pergi kegereja karena akan menerima hosti kudus.
Selanjutnya anak saya ikut aktif sebagai putra altar dimana banyak kegiatan
yang sangat dia senangi misalnya berkemah ,live-in ,retret dan sebagainya.
Jadi untuk
mengajak liburan jadwalnya agak terbatas karena harus menyesuaikan kegiatan dia
digereja.
Kami
sekeluarga memang sangat mendukung kegiatan dia karena kami berdua aktif
anggaota paduan suara dan kakak-2 nya Prasojo adalah organis di gereja..
Kalau liburan
kami naik bus malam dimana Prasojo
selalu minta tempat duduk dibelakang sopir.
Bulan Juli
2007 Henrikus Prasojo lulus ujian dan masuk SMP Santo Markus II.
Bulan
September 2007 dia menerima Saktamen Krisma digereja yang sama. Kegiatan dia
digereja sudah mulai banyak dan saya mempercayainya seratus persen. Kesenangan
dia menggambar sudah reda sekarang senang main musik.main gitar, seruling ,
organ ( angin--anginan).dan bergabung dengan orkestra digereja.
Dengan bujukan
ibunya akhirnya dia mau juga main organ secara serius dan les di Sekolah Musik
Yamaha.
Pertengahan
tahun ajaran 2008-2009 Prasojo memberitahu bahwa dia ingin masuk Seminari
Wacana Bhakti. Dengan penuh semangat kami sekeluarga mendorong keinginan tersebut. Kami mulai
mencari segala persyaratan dan informasi mengenai masuk Seminari Wacana Bhakti.
Pengalaman
buruk menimpa kakaknya Prasojo ,yang waktu itu juga ingin masuk seminari. Kami
mendukung tapi tidak nmelakukan apa-2 karena memang informasi dari sekolah
(ST,Vincentius) dan Paroki sangat minim.
Sehingga
kakaknya mendapatkan sekolah menegah umum.di Malang.
Kami sampai
saat ini memperhatikan jumlah panggilan dari SMP Santo Markus II dan rata-rata
setiap tahun selalu ada anak yang masuk.dan diterima masuk Seminari Wacana
Bhakti. Dan ternyata ada beberapa guru yang sangat aktif mempromosikan
panggilan untuk anak didik mereka. Mereka dengan sukarela mengurus segala
keperluan anak-anak didiknya untuk dapat diterima di seminari menengah,
Apabila ada 20
orang guru seperti mereka di Keuskupan Jakarta ini saya percaya jumlah
panggilan untuk anak-anak ke Seminari semakin banyak.
Terima kasih
untuk Pak Siprianus dan pak Victor dari SMP Santo Markus II.
Dan sekarang
Henrikus Prasojo telah diterima di Seminari Wacana Bhakti . Kami serta keluarga
bangga dan bahagia dengan doa dan harapan anak kami bisa berhasil sampai
ditahbiskan.
~P Sumadi dan istri~