Sabtu, 10 April 2010

Introducing my self [1]

[Dimata orang tua]
Sekapur Sirih 


Henrikus Prasojo adalah anak saya yang keempat juga biasa  disebut si bungsu.
Tanggal kelahirannya 1 Juli 1995 banyak hal yang mudah saya ingat.
Tanggal tersebut pertama kali diresmikannya Paroki kami Maria di Kalvari Lubang buaya ditetapkan sebagai Paroki oleh Mgr.Leo Soekoto SJ (alm) dan juga Hari Bhayangkara dimana semua anggota Polri memperingati.
Prasojo panggilan dia sehari-hari anak yang biasa-2 saja  seperti anak yang lain pada umumnya.Dia sangat dekat dengan ibunya serta kakak-2 nya , maklum anak yang terkecil dikeluarga kami..
Pada tanggal 10 Desember 1995 Henrikus Prasojo  dipermandikan di Gereja Kalvari  yang dilakukan oleh Pastor Petrus J .Mc.Laughlin OMI. 
Menginjak usia 4 tahun kami memasukan dia ke Taman kanak-2 Imanuel didekat rumah kami Pondok Gede dan dia  sangat menikmati suasana pendidikan disitu.
Usia 6 tahun kami masukkan dia kesekolah S.D Santo Markus II agar pendidikan agamanya lebih baik , karena kesibukan kami sekeluarga yang pasti kurang mendukung...
Setiap liburan sekolah Prasojo sering kami ajak kekampung halaman naik kereta api.Sebelum berangkat dia selalu minta buku gambar , dan dia selalu menggambar apa yang dia lihat didalam perjalanan. Dan saya sangat mengagumi kemampuan dia didalam menuangkan ingatannya kedalam buku gambarnya. Apabila bosan denggn melukis dia akan minta berdiri dibelakang lok kereta untuk menikmati suara gemuruh mesin kerata api. Bahkan pernah seorang masinis mengajak dia naik keatas   lokomotif mulai dari daerah Cikampek sampai stasiun Cirebon.
Tanggal 6 Februari 2005  anak kami mempersiapkan diri untuk penerimaan komuni pertama dimana sekolah SD Santo Markus II telah mempersiapkan mereka juga. Setelah penerimaan komuni pertama kami memperhatikan bahwa dia benar-benar senang pergi kegereja karena akan menerima hosti kudus. Selanjutnya anak saya ikut aktif sebagai putra altar dimana banyak kegiatan yang sangat dia senangi misalnya berkemah ,live-in ,retret dan sebagainya.
Jadi untuk mengajak liburan jadwalnya agak terbatas karena harus menyesuaikan kegiatan dia digereja.
Kami sekeluarga memang sangat mendukung kegiatan dia karena kami berdua aktif anggaota paduan suara dan kakak-2 nya Prasojo adalah organis di gereja..
Kalau liburan kami naik bus malam dimana  Prasojo selalu minta tempat duduk dibelakang sopir.
Bulan Juli 2007 Henrikus Prasojo lulus ujian dan masuk SMP Santo Markus II.
Bulan September 2007 dia menerima Saktamen Krisma digereja yang sama. Kegiatan dia digereja sudah mulai banyak dan saya mempercayainya seratus persen. Kesenangan dia menggambar sudah reda sekarang senang main musik.main gitar, seruling , organ ( angin--anginan).dan bergabung dengan orkestra digereja.
Dengan bujukan ibunya akhirnya dia mau juga main organ secara serius dan les di Sekolah Musik Yamaha.
Pertengahan tahun ajaran 2008-2009 Prasojo memberitahu bahwa dia ingin masuk Seminari Wacana Bhakti. Dengan penuh semangat kami sekeluarga  mendorong keinginan tersebut. Kami mulai mencari segala persyaratan dan informasi mengenai masuk Seminari Wacana Bhakti.
Pengalaman buruk menimpa kakaknya Prasojo ,yang waktu itu juga ingin masuk seminari. Kami mendukung tapi tidak nmelakukan apa-2 karena memang informasi dari sekolah (ST,Vincentius) dan Paroki sangat minim.
Sehingga kakaknya mendapatkan sekolah menegah umum.di Malang.
Kami sampai saat ini memperhatikan jumlah panggilan dari SMP Santo Markus II dan rata-rata setiap tahun selalu ada anak yang masuk.dan diterima masuk Seminari Wacana Bhakti. Dan ternyata ada beberapa guru yang sangat aktif mempromosikan panggilan untuk anak didik mereka. Mereka dengan sukarela mengurus segala keperluan anak-anak didiknya untuk dapat diterima di seminari menengah,
Apabila ada 20 orang guru seperti mereka di Keuskupan Jakarta ini saya percaya jumlah panggilan untuk anak-anak ke Seminari semakin banyak.
Terima kasih untuk Pak Siprianus dan pak Victor dari SMP Santo Markus II.
Dan sekarang Henrikus Prasojo telah diterima di Seminari Wacana Bhakti . Kami serta keluarga bangga dan bahagia dengan doa dan harapan anak kami bisa berhasil sampai ditahbiskan.

~P Sumadi dan istri~