Some trouble, you can call some peoples :
You had a headache.? call a doctor
You crush your car? call a mechanic
You got trouble with your internet? call IT master
Your house was being burned ? hurry, call the fireman
Your TV was stolen? call a police
Your pet got sick? call a veterinarian
Need repair your roof? call a tile expert
Need fastfood ? call 14045, 14022, 500505
Need umbrella ? ask your mother
Need a kiss or hug? ask your boy/girlfriend...haha
Check this trouble, you can't call all man above to this trouble :
You don't have a job ?
You have many tears everydays ?
You don't have money to bought a food ?
You lost your family because affected by natural disasters ?
You need someone to live together with you?
Need husband/wife?
Need a miracle to solve many kind of problem?
You may not call your mother or your boyfriend or your girlfriend
Just go to your room.
Take a breath slowly and deeply
Fold your fingers,
Now you need to call my best friend, God.
He(Your Creator) come to your room like a sunshine eventhought your room very very dark
And when you can speak with "Him" all your trouble will be solve soon.
Believe it on your faith.... ^_^
-HP-
foto from:
angghearachmiawaty.wordpress.com
Hidup Adalah sebuah Peziarahan, dan kita para peziarah selalu mencari keutamaan sejati dalam menjalani hidup yang hanya sekali ini. I'm someone who try to follow God and never stop before He says "enough" . Ecce Ancilla Domini Fiat Mihi Secundum Verbum Tuum (Lucas 1:38)
Senin, 25 Juni 2012
Kamis, 14 Juni 2012
Pertarungan Teknologi wak-wak-wak
WIKIPEDIA : Aku tau semuanya..HAHAHAHAHA ..
FACEBOOK : Aku kenal dengan semua orang..HAHAHAHAHA ..
GOOGLE : Aku punya semuanya..HAHAHAHAHA ..
MOZILA : Tanpa aku kalian tidak bisa di akses ..
EXPLORER : heeeiiiiii.. masih ada GW ..
MOZILA : Apaan sih lo, ganggu acara orang aja !!
EXPLORER : lo lg ngaku-ngaku cuma ada lo sendiri,hati-hati lo klo ngomong !!
INTERNET : Udah-udah,jangan banyak bacot lo semua, kalo gak ada gw lo semua gak bakalan ada !! NGERTI LO SEMUA ..
FACEBOOK : Huuu,yg paling sering dikunjungi kan gw,jadi gw yg terbaik..HAHAHAHA ..
YAHOO : Facebook: heiii..inget, tanpa gw lo gak bisa buat Email ..
GOOGLE : Yahoo: eehh bego,gw juga bisa bwt email ..
INTERNET : ssstttt.. ud tw gw yg paling hebat ..
KOMPUTER : gw paling dewa di sini ..HAHAHAHAHAHA ..
PLN : bacot lo semua !!gw matiin nih listrikna !!
GENSET : tenang aja,kan masih ada gw ..
PLN : diem lo ..
PERTAMINA : awas kalian semua, saya stop pasokan BBM baru tau rasa kalian ..
SOLAR CELL : tenang..selama masih ada gw,semuanya aman ..
Matahari : Ettt Gk gw sinarin ..
AIR,BATUBARA,PETIR dll : MASIH ADA GW !!!
BUMI : DIEM LO SEMUA..lo klo gk ada gw pasti gk bakal ada ..
TUHAN : eheemm..Tanpa saya kalian semua tidak pernah ada .
Disadur dari teman saya Paskalis enjang.....Enjang juga dapat dari temannya....thx
FACEBOOK : Aku kenal dengan semua orang..HAHAHAHAHA ..
GOOGLE : Aku punya semuanya..HAHAHAHAHA ..
MOZILA : Tanpa aku kalian tidak bisa di akses ..
EXPLORER : heeeiiiiii.. masih ada GW ..
MOZILA : Apaan sih lo, ganggu acara orang aja !!
EXPLORER : lo lg ngaku-ngaku cuma ada lo sendiri,hati-hati lo klo ngomong !!
INTERNET : Udah-udah,jangan banyak bacot lo semua, kalo gak ada gw lo semua gak bakalan ada !! NGERTI LO SEMUA ..
FACEBOOK : Huuu,yg paling sering dikunjungi kan gw,jadi gw yg terbaik..HAHAHAHA ..
YAHOO : Facebook: heiii..inget, tanpa gw lo gak bisa buat Email ..
GOOGLE : Yahoo: eehh bego,gw juga bisa bwt email ..
INTERNET : ssstttt.. ud tw gw yg paling hebat ..
KOMPUTER : gw paling dewa di sini ..HAHAHAHAHAHA ..
PLN : bacot lo semua !!gw matiin nih listrikna !!
GENSET : tenang aja,kan masih ada gw ..
PLN : diem lo ..
PERTAMINA : awas kalian semua, saya stop pasokan BBM baru tau rasa kalian ..
SOLAR CELL : tenang..selama masih ada gw,semuanya aman ..
Matahari : Ettt Gk gw sinarin ..
AIR,BATUBARA,PETIR dll : MASIH ADA GW !!!
BUMI : DIEM LO SEMUA..lo klo gk ada gw pasti gk bakal ada ..
TUHAN : eheemm..Tanpa saya kalian semua tidak pernah ada .
Disadur dari teman saya Paskalis enjang.....Enjang juga dapat dari temannya....thx
Rabu, 13 Juni 2012
Soegija, Memanusiakan Manusia ketika Kolonialisme Terus Berganti
Soegija sebuah film bikinan Studio Audio Visual Puskat Jogjakarta. Film nasionalis yang mengangkat Mgr.Albertus Soegijapranata sebagai tokoh utama. Soegija yang dijadikan tokoh utama adalah uskup pribumi pertama, mendapat tugas sebagai Vikaris Apostolik di Semarang. Beliau diangkat menjadi "Pemimpin Tertinggi" istilahnya ditengah-tengah masa kolonialisme terus berganti. Setidaknya ada 3 efek negatif dari kolonialisme di Indonesia yang berganti dari Belanda-Jepang-Belanda seperti:
1. Masyarakat menjadi korban langsung peperangan dibalik dentuman peluru.
2. Masyarakat menjadi korban perbudakan dan pembenaran dari Teori Evolusi Darwin 2(ttg sleksi alam).
3. Masyarakat bingung dan pasrah tentang apa yang harus diperbuat.
Maka, otomatis dari kehadiran 3 efek negatif ini memaksa Soegija yang diangkat menjadi tokoh pemimpin hadir sebagai berkat. Soegija pun tidak menganggap pentahbisannya sebagai uskup sebagai ajang eksistensi dirinya, melainkan "Diutus menjadi berkat bagi sesama." Berkat suci pentahbisan yang ia terima adalah bentuk dari perpanjangan dari Tangan Sang Pencipta untuk menolong sesama, siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Dalam film diperlihatkan ketika orang-orang bingung mencari perlindungan, Soegija membuka pintu gerejanya selebar-lebarnya dan membiarkan para pengungsi masuk. Di dalam gereja Soegija tidak menggolongkan para pengungsi menurut agama masing-masing, tetapi mereka adalah kesatuan dari "orang yang membutuhkan pertolongan." Soegija mengerahkan para imam-imamnya dan juga suster-suster untuk menolong dan melayani para pengungsi."Cepat layani mereka, jangan layani saya !!!" Soegija mempertegas amanatnya bagi para imam dan suster untuk membantu para pengungsi.(dikutip dari film).
Sosok Soegija sebagai pemimpin bukan terlihat saat ia berjalan dengan jubah kegagagahnnya seperti sosok-sosok pemimpin jaman sekarang yang menunjukan kepemimpinannya dari cara berjalan atau pidatonya yang menggelora dan bersemangat namun melempem ketika pelaksanaan. Ibarat sedang makan cabai, Panas dan pedas di lidah namun tidak mengenyangkan perut, tetapi sosok Soegija sebagai pemimpin terlihat dari keputusan-keputusannya. Setiap keputusan yang ia ambil mengutamakan para pengungsi yang sedang mengalami penderitaan dan dengan kerendahan hatinya Soegija ikut merasakan penderitaan tersebut. "Jika hal lapar,biarkan para Imam merasakan lapar duluan. Jika kenyang, biarkan para Imam merasakan kenyang belakangan." (dikutip dari film). Bukankah sebuah teladan dan ajakan yang menarik. Sosok imam adalah sosok pemimpin, maka pesan yang ingin disampaikan adalah sudah seharusnya para pemimpin mengutamakan apa yang mereka pimpin bukannya mengutamakan diri mereka sebagai pemimpin ! lagi dan lagi seperti cabai tadi pedas di lidah tapi tidak mengenyangkan. Hanya jago orasi, hanya jago kampanye, hanya jago sosialisasi, lain istilah Besar Janji Minim Aksi. Dunia terus berputar, kita harus terus bergerak. Dunia butuh aksi, masyarakat butuh aksi dari para pemimpin, jangan mau jadi pemimpin kalau tidak punya visi untuk aksi . Contemplatio in actione , Berkontemplasi didalam aksi.
Kita para jiwa muda sudah seharusnya membenahi diri kita. Kita terapkan dengan tak henti-hentinya mengumpulkan ilmu, mengimbangaknya dengan iman, dan menerapkan dalam kehidupan sosial. Jadi bukan sekedar mendapat ijazah, ilmu adalah kejujuran. Mendapatkan ilmu dengan kejujuran akan memperkaya iman, sehingga kita tumbuh menjadi pemimpin-pemimpin unggul, bukan pemimpin-pemimpin yang korup.
Tauran, ikut berdemo, dan lainnya bukanlah tugas utama kita. Tugas utama kita adalah belajar, belajar untuk hidup, belajar untuk sesama.
1. Masyarakat menjadi korban langsung peperangan dibalik dentuman peluru.
2. Masyarakat menjadi korban perbudakan dan pembenaran dari Teori Evolusi Darwin 2(ttg sleksi alam).
3. Masyarakat bingung dan pasrah tentang apa yang harus diperbuat.
Maka, otomatis dari kehadiran 3 efek negatif ini memaksa Soegija yang diangkat menjadi tokoh pemimpin hadir sebagai berkat. Soegija pun tidak menganggap pentahbisannya sebagai uskup sebagai ajang eksistensi dirinya, melainkan "Diutus menjadi berkat bagi sesama." Berkat suci pentahbisan yang ia terima adalah bentuk dari perpanjangan dari Tangan Sang Pencipta untuk menolong sesama, siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Dalam film diperlihatkan ketika orang-orang bingung mencari perlindungan, Soegija membuka pintu gerejanya selebar-lebarnya dan membiarkan para pengungsi masuk. Di dalam gereja Soegija tidak menggolongkan para pengungsi menurut agama masing-masing, tetapi mereka adalah kesatuan dari "orang yang membutuhkan pertolongan." Soegija mengerahkan para imam-imamnya dan juga suster-suster untuk menolong dan melayani para pengungsi."Cepat layani mereka, jangan layani saya !!!" Soegija mempertegas amanatnya bagi para imam dan suster untuk membantu para pengungsi.(dikutip dari film).
Sosok Soegija sebagai pemimpin bukan terlihat saat ia berjalan dengan jubah kegagagahnnya seperti sosok-sosok pemimpin jaman sekarang yang menunjukan kepemimpinannya dari cara berjalan atau pidatonya yang menggelora dan bersemangat namun melempem ketika pelaksanaan. Ibarat sedang makan cabai, Panas dan pedas di lidah namun tidak mengenyangkan perut, tetapi sosok Soegija sebagai pemimpin terlihat dari keputusan-keputusannya. Setiap keputusan yang ia ambil mengutamakan para pengungsi yang sedang mengalami penderitaan dan dengan kerendahan hatinya Soegija ikut merasakan penderitaan tersebut. "Jika hal lapar,biarkan para Imam merasakan lapar duluan. Jika kenyang, biarkan para Imam merasakan kenyang belakangan." (dikutip dari film). Bukankah sebuah teladan dan ajakan yang menarik. Sosok imam adalah sosok pemimpin, maka pesan yang ingin disampaikan adalah sudah seharusnya para pemimpin mengutamakan apa yang mereka pimpin bukannya mengutamakan diri mereka sebagai pemimpin ! lagi dan lagi seperti cabai tadi pedas di lidah tapi tidak mengenyangkan. Hanya jago orasi, hanya jago kampanye, hanya jago sosialisasi, lain istilah Besar Janji Minim Aksi. Dunia terus berputar, kita harus terus bergerak. Dunia butuh aksi, masyarakat butuh aksi dari para pemimpin, jangan mau jadi pemimpin kalau tidak punya visi untuk aksi . Contemplatio in actione , Berkontemplasi didalam aksi.
Kita para jiwa muda sudah seharusnya membenahi diri kita. Kita terapkan dengan tak henti-hentinya mengumpulkan ilmu, mengimbangaknya dengan iman, dan menerapkan dalam kehidupan sosial. Jadi bukan sekedar mendapat ijazah, ilmu adalah kejujuran. Mendapatkan ilmu dengan kejujuran akan memperkaya iman, sehingga kita tumbuh menjadi pemimpin-pemimpin unggul, bukan pemimpin-pemimpin yang korup.
Tauran, ikut berdemo, dan lainnya bukanlah tugas utama kita. Tugas utama kita adalah belajar, belajar untuk hidup, belajar untuk sesama.
"Karena film ini bukan fokus di agama. Tapi fokus bagaimana seorang pemimpin menggunakan kekuasaannya untuk menghidupkan kemanusiaan, menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi toleransi. Ini adalah perayaan keberagaman yang memang ada di negara kita. Ada banyak suara mendukung dan mengkritik film ini, termasuk dengan cara ekstrim seperti itu. Saya tetap berterima kasih," jelasnya. (Garin Nugroho, sutradara film Soegija)inspirated from : Film "Soegija"
Langganan:
Komentar (Atom)

